Sunday, February 20, 2011

heartache-futsal

kebayang ga sih, ga boleh main bola karena punya penyakit jantung? hah gokil banget, jadi orang ini (cowok yaa :D) dia itu punya penyakit jantung, yah udah lama sih sebenarnya, cuma kemaren waktu lagi nemenin bokapnya periksa--karena bapaknya juga lagi sakit parah, udah berbulan-bulan ga sembuh-sembuh jadi dia periksa, gatau deh tuh tempat apa namanya-- nah cowok ini juga ikutan periksa, yah dia juga pengen tau kayaknya. well, setelah diperiksa ternyataaa... jeng jeng jeng seorang cowok berumur masih 20 tahun udah bermasalah dengan jantung, paru-paru dan matanya dan yang paling parahnya lagi jantungnya itu yang sudah sangat sangat sangat kronik. dokternya nanya ke cowok ini "umur kamu berapa?", cowok itu menjawab "20 pak, kenapa?". kata dokter itu "wah masih muda tapi udah parah begini,jantungnya udah parah begini. kamu biasanya ngelakuin aktivitas apa yang berat?", cowok itu menjawab lagi "yah palingan olahraga doang sih pak, main bola lah." dokter itu menjelaskan sesuatu yang membuat cowok itu ketakutan "wah parah ini, kalau kamu main bola lagi kamu bisa mati mendadak." cowok itu ga percaya, dia bertanya lagi "hah yang bener dong pak, masa iya saya bisa meninggal kalau main bola lagi." dokter itu bilang "iya kalau kamu ga percaya coba aja." , " busyeeeeehhh sembaranangan amat pak, ya kali saya coba nanti bisa meninggal gitu. ogah amat dah." okee begitulah percakapan mereka.

well, percaya ga percaya itu memang kenyataan. semenjak pemeriksaan itu hingga.. kemaren siang dia ga pernah main bola lagi (yah itu sih sepengetahuan saya saja, yang diluarnya tidak tahu ya.) tapiiiiiiii, kemaren saya menemukan cowok itu main bola sore-sore, wah gila nekat juga tuh cowok masih main bola juga ya. nekat apa emang sengaja saya juga kurang tahu ya.

apa yang gue ceritakan itu benar seluruhnya. dan tahu ga siapa cowok itu? yap, he's my boyfriend, namanya arif hehe yah kalo-kalo ada temennya yang baca atau siapapun yang mengenal dia tolong ya jangan ajak dia main bola, nanti kalo dia mati mendadak kan gue yang bisa repot juga hehe yaa kali ga lucu aja gue ditinggalin cuma karena gitu soalnya sekarang itu dia udah jarang mau dengerin omongan gue lagi :( beteeeeeeee jadi yaa gue berharap ada yang mau nasehatin dan ngelarang dia masa sih tega ngeliat dia kenapa-kenapa hehe :D
inget yaa.. yang ini 'Real' hehe

Saturday, February 5, 2011

satnite?

beteeeee.... mau malam mingguan ngajakin jalan malah jadi berantem. kenapa setiap kali jalan malah jadi berantem. gue kan juga mau have fun sama pacar gue, tapi kenapa malah jadi kayak gini sih. udah jalan bareng tuh jarang banget, ketemu juga jarang, sekarang sekalinya jalan malah jadi bete-betan ujung-ujungnya. mendingan nggak usah jalan deh kalo gitu. bikin bete aja. coba aja dia bisa jadi pacar yang gue bayangkan, emang sih dia nggak bakal tahu kalau nggak gue omongin tapi gimana caranya dia tahu? gue ngomong ke dia aja bingung gimana caranya. huffhh...

itulah yang ada di pikiran Rasya malam itu sepulang jalan-jalan bersama pacarnya, farry. sbeelum pergi pun mereka sempat bertengkar, yah hanya masalah sepele saja. karena Farry tidak memberi kabar sejak semalam, dan pagiharinya bukannya memberi penjelasan dia malah sibuk sendiri dan tidak memberi kabar hanya beberapa kali. bagaimana dia tidak kesal, bahkan pacarnya saja masih tidak mengerti sifat Rasya. selama 3 tahun ini selalu saja dia bersikap seperti itu, entah farry yang tidak mengerti atau memang farry tidak ada niatan untuk merubah sifatnya. setiap kali dia membuat Rasya kesal tidak pernah dia meminta maaf atau memberi penjelasan. yang keluar dari mulutnya hanyalah "Kamu kenapa deh ay?" tidak pernah sekalipun dia sadar akan kesalahannya.
tidak tahu lagi apa yang harus Rasya lakukan, dibicarakan sudah, didiamkan juga sudah, tapi selalu saja sifatnya seperti itu. hari itu saat mereka sedang jalan-jalan hanya masalah sepele saja mereka bertengkar, sifat farry yang terlihat membosankan membuat Rasya bosan. memang saat itu dia baru pulang bermain bola, jadi dia lelah sekali ditambah harus menemani Rasya jalan-jalan.

"Udah kan ay? pulang yuk capek nih jalan-jalan terus daritadi."
"Yah kok udahan sih?"
"Iya aku kan tadi habis main bola dulu ay jadi masih pegel banget. aku udah lama nggak olahraga jadi masih keasa pegelnya."
"Trus kamu jadi mau beliin makanan buat kakak kamu?"
"Nggak tahu." Rasya masih mengajaknya berputar untuk melihat-lihat baju, karena letih dan bosan juga dengan wajah Farry yang terlihat bosan dan letih dia pun mengusulkan untuk pulang saja, namun Farry salah tangkap dengan ucapan Rasya sehingga terjadi kesalahpahaman.
"Yaudah yuk pulang aja."
"Tuh nggak usah bete gitu tapi tampangnya."
"Siapa yang bete sih, yaudah ayo kasian kamu cape."
"Yaudah nggak usah marah gitulah."
"Ih siapa yang marah sih, aku ngajak pulang malah dibilang marah. terserah deh ah."

Kesal karena disalah mengerti oleh Farry, Rasya pun menjadi beneran marah. Seharusnya Rasya pun tidak usah ikutan marah karena keadaan Farry saat itu sedang lelah. harusnya dia mengerti dan bukannya malah marah, alhasil sepanjang perjalanan mereka hanya diam saja hingga tiba dirumah.

namun kemudian Farry mengajak ngobrol Rasya tanpa terdengar nada marah, tanpa minta maaf tiba-tiba mereka sudah baikan kembali. yang tersisa di hati Rasya hanya kesal. Rasya langsung pulang namun tidak dengan Farry, dia berkunjung dahulu kerumah temannya yang semakin membuat hati Rasya menjadi tambah kesal. dan tentu saja, Farry tidak akan menyadari jika Rasya masih dan akan marah.

Friday, February 4, 2011

galau2..

"Iya ay, kamu kenapa nggak kuliah aja?" awal percakapan Rasya dengan pacarnya.
"Mama lagi nggak ada duitnya."
"Yaahh.. dulu kamu kan yang nggak mau kuliah? sekarang malah nyalahin mama kamu lg."
"Hehehe makanya sekarang aku mau kerja dulu cari uang, buat bayar kuliah."
"Nah iya kamu kan bisa kerja sambil kuliah ay."
"Iya ay, soalnya kan dirumah kasihan ga ada yang bisa cari uang."
"Ya iyalah ay, cuma kamu doang yang bisa diharepin sama keluarga kamu."
"Iya itu dia makanya aku mau cari kerja. boleh ya? tapi bulan ini, ada motor aku langsung ngelamar kerja."
"Hah yah sudah terserah kamu saja."
"Haha bolehin tapi kayak terpaksa gitu sih."
"Nggak, kan aku sambil senyum ngomongnya jadi nggak ketauan nggak boleh."
"Hati tuh nggak bisa dibohongin ay. Iya nggak kok, nanti aja kalau kamu sudah masuk kuliah baru aku cari kerja." itulah akhir dari pembicaraan mereka, akhirnya apa yang Rasya takutkan, apa yang Rasya pikirkan semalaman berbuah hasil juga. Farry tidak marah dan tidak menolaka apa yang Rasya mau.

setelah kejadian itu hati Rasya terus bahagia hanya menunggu apa benar yang Farry bicarakan akan benar dia lakukan, jika memang iya itu berarti Allah memberi kesempatan dan jalan keluar untuk hubungan mereka. Farry masih ada niat untuk menjadi orang yang sukses dan bisa dibanggakan.Terima kasih Allah..

hingga tiba waktunya, Rasya sudah mulai masuk kuliah dan Farry segera mencari pekerjaan yang selama ini dia tunggu-tunggu. Farry berhasil diterima di tempat dia melamar dan bisa membantu keuangan keluarga nya, dia bisa mengumpulkan dana untuk biaya masuk kuliahnya. Namun dia tetap bekerja di tempat itu, kuliah sambil bekerja karena jika dia berhenti bekerja dia tidak akan bisa mendapat biaya untuk kuliahnya dan untuk kebutuhan keluarganya.

Thursday, February 3, 2011

♥ triangle





HB

May each and every passing year bring you wisdom, peace and cheer.
May this day bring to you all things that make you smile.
HappyBirthday to my friend..

galau

hidup memang tidak mudah, perjalanan demi perjalanan harus kita tempuh. tidak ada kehidupan bahagia selamanya di dunia ini. tidak ada kemudahan-kemudahan dalam hidup ini. hidup di dunia ini begitu keras, jika sampai detik ini masih ada yang belum merasakan kesulitan dan cobaan-cobaan, bersiaplah. hari itu akan tiba. Allah akan selalu memberikan cobaan dan tantangan bagi umatnya selama berada di dunia, tidak, berada di dunia manapun akan selalu mendapat cobaan. namun, cobaan itu tidak akan melebihi batas kemampuan umatnya.

begitu pula yang dihadapi gadis ini, Rasya. hubungan dengan kekasihnya tidak selalu berjalan mulus. pacarnya bernama Farry. hubungan mereka sudah berjalan sekitar 3 tahun, ketika tiba-tiba cobaan yang begitu serius menerpa mereka. keselamatan dan kelanjutan hubungan mereka. dulu mereka memang sering mendapat masalah seperti ini tapi akhirnya berhasil mereka lewati.

Farry adalah seorang pengangguran, dan tidak meneruskan kuliahnya. sekarang dia sedang sibuk mencari pekerjaan yang dapat menjamin hidupnya, keluarganya dan masa depannya. dia adalah tulang punggung keluarganya, ayahnya sudah tua dan mudah sakit-sakitan dan juga sudah pensiunan dari pekerjaannya. ibunya hanyalah seorang ibu rumah tanga, dia anak bungsu dari 3 bersaudara. kakak-kakaknya sudah berkeluarga, keluarganya tidak bisa terus bergantung pada kedua anaknya yang sudah berkeluarga. keuangan yang mereka butuhkan tidak sedikit yah walaupun mereka masih sering membantu ayah ibunya, tapi hanya Farry satu-satunya harapan keluarganya.

Biaya kuliah tidak murah, apalagi untuk keluarga mereka. Pemuda itu berniat untuk mencari uang sendiri untuk membiayai kuliahnya, namun hingga sekarang belum ada hasil yang didapat. sudah 1 tahun berlalu kehidupannya tidak berubah. entah dia mau berusaha atau tidak, tak ada yang tahu. Farry begitu sensitif, masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan berbicara. kalaupun dibicarakan harus berhati-hati dalam mengambil kata, sedangkan Rasya mempunyai sifat yang blak-blakan.

Suatu hari, Rasya memikirkannya. semua orang sudah membicarakan mengenai masa depan pacarnya. Tidak sebanding jika dengan Rasya yang adalah tamatan S1. Awalnya Rasya tidak mempermasalahkannya, namun di kemudian hari masalah ini terus menghantui nya. dia tidak bisa berkata apa-apa jika orang-orang menanyakan pekerjaan dan lulusan mana pacarnya.

Gadis itu hanya menginginkan semua orang bangga kepada pacarnya, keluarga mereka selalu mempermasalahkan derajat. sedangkan Rasya tidak peduli, yang terpenting kehidupan pemuda itu mapan dan sukses, sehingga jika mereka hidup bersama kehidupannya dan anak-anaknya terjamin. Pacarnya belum mengetahui hal tersebut, apa yang dipikirkan Rasya dia belum mengetahui segalanya. Rasya tidak bisa membayangkan jika pacarnya sampai tahu hal ini, betapa sakit hati dan terpuruk hati pemuda itu.

Rasya takut jika farry sampai mengetahui hal ini dia akan marah dan tidak akan mau menuruti apa yang Rasya mau.